Divisi Humas Polri Terima Kunjungan Delegasi Hong Kong Police Force, Perkuat Kerja Sama Kehumasan
Jakarta — Divisi Humas Polri menerima kunjungan tim delegasi Hong Kong Police Force dalam rangka memperkuat kerja sama serta pertukaran informasi di bidang kehumasan dan pengelolaan informasi kepolisian. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 20 Januari 2026.
Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis bagi kedua institusi kepolisian untuk saling berbagi pengalaman, praktik terbaik, serta inovasi dalam pengelolaan komunikasi publik, kehumasan, dan diseminasi informasi kepada masyarakat. Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin erat dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital yang dinamis.
Divisi Humas Polri menyambut baik kunjungan delegasi Hong Kong Police Force sebagai wujud komitmen Polri dalam membuka ruang kolaborasi internasional, khususnya dalam meningkatkan profesionalisme dan transparansi pelayanan informasi kepolisian.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, ditutup dengan diskusi serta pertukaran pandangan mengenai penguatan peran kehumasan sebagai garda terdepan dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Divisi Humas Polri Terima Kunjungan Delegasi Hong Kong Police Force, Perkuat Kerja Sama Kehumasan
Jakarta — Divisi Humas Polri menerima kunjungan tim delegasi Hong Kong Police Force dalam rangka memperkuat kerja sama serta pertukaran informasi di bidang kehumasan dan pengelolaan informasi kepolisian. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 20 Januari 2026.
Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis bagi kedua institusi kepolisian untuk saling berbagi pengalaman, praktik terbaik, serta inovasi dalam pengelolaan komunikasi publik, kehumasan, dan diseminasi informasi kepada masyarakat. Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin erat dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital yang dinamis.
Divisi Humas Polri menyambut baik kunjungan delegasi Hong Kong Police Force sebagai wujud komitmen Polri dalam membuka ruang kolaborasi internasional, khususnya dalam meningkatkan profesionalisme dan transparansi pelayanan informasi kepolisian.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, ditutup dengan diskusi serta pertukaran pandangan mengenai penguatan peran kehumasan sebagai garda terdepan dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Parkir Liar Pungut Tarif Tak Wajar, Warga Lapor 110 Polisi
Jakarta – Warga Jakarta Selatan dibuat resah oleh praktik parkir liar bertarif tidak wajar di area Setiabudi. Pada Kamis, 16 Januari 2026, seorang warga melaporkan melalui layanan darurat Call Center 110 bahwa dirinya diminta membayar Rp10.000 untuk parkir sepeda motor selama kira-kira tiga jam di pertigaan dekat Sudirman Tower dan Plaza Semanggi. Aduan ini kemudian ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, Polsek Metro Setiabudi langsung bergerak meninjau lokasi pada siang hari yang sama. Petugas yang dipimpin Pawas Iptu Rudi Anton bersama anggota piket Binmas dan Pospol melakukan pengecekan kondisi di lapangan. Dari hasil verifikasi, polisi mendapati bahwa aktivitas parkir liar tersebut menggunakan sebagian badan jalan, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan serta mengganggu ketertiban lalu lintas.
Menurut keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya, tarif resmi parkir sepeda motor di kawasan itu seharusnya adalah Rp5.000 untuk durasi maksimal lima jam. Petugas kemudian memberikan imbauan kepada para juru parkir di lokasi agar tidak lagi memungut biaya di luar ketentuan dan tidak menggunakan badan jalan sebagai area parkir.
Insiden ini sekaligus menjadi contoh nyata pentingnya peran aktif masyarakat dalam melaporkan praktik yang meresahkan melalui layanan publik seperti Call Center 110. Polisi pun mengajak warga untuk tetap waspada dan tidak ragu menyampaikan laporan apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
BPOM Beri Nilai A+ untuk SPPG Polri Cipinang, Puji Standar Keamanan Pangan Unggul
Jakarta — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., memberikan apresiasi tinggi terhadap penerapan standar keamanan pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri. Hal tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan dan pengecekan langsung terhadap proses pengolahan makanan bergizi gratis yang disiapkan di dapur SPPG Polri Cipinang.
Prof. Taruna menegaskan bahwa penilaian BPOM dilakukan secara objektif, termasuk menilai aspek kebersihan dan tahapan produksi makanan. “Saya melihat penilaian kami secara objektif. Kita saksikan secara objektif, dan teman-teman juga melihat kebersihannya,” ujarnya.
Menurutnya, terdapat satu keunggulan yang melampaui standar yang telah ditetapkan, yakni adanya screening atau pengecekan terakhir sebelum makanan dibagikan. “Ada pengecekan kimiawinya, seperti arsen, formalin, dan sebagainya. Itu nilai plus,” jelas Prof. Taruna.
Lebih lanjut, ia menilai pengetesan makanan yang dilakukan SPPG Polri sebagai nilai tambah yang sangat signifikan. “Kelebihan yang kita temukan adalah adanya pengetesan makanan, meskipun pengetesan tersebut belum diwajibkan dalam standar kami,” katanya. Ia menjelaskan bahwa proses pengujian tersebut membutuhkan biaya besar, mulai dari tes kits, reagen, sampel, hingga tenaga ahli.
“Proses ini setara dengan pengetesan makanan untuk tamu VIP. Biasanya, jika presiden atau tamu VIP datang, makanan akan dites terlebih dahulu. Di sini, sebelum makanan sampai ke anak-anak sebagai penerima manfaat, makanan tersebut diuji layaknya makanan VIP. Anak-anak kita diperlakukan seperti VIP,” tutur Prof. Taruna.
Sementara itu, Kepala Satgas MBG Polri, Irjen. Pol. Nurworo Danang, S.I.K., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan langsung Kepala BPOM RI ke SPPG Polri. “kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Kepala BPOM Republik Indonesia. Ini menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi kami,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung dan menyukseskan program pemerintah, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sesuai arahan Kapolri, seluruh SPPG Polri diwajibkan menjalankan proses produksi makanan dengan memenuhi standar Badan Gizi Nasional serta prinsip tata kelola yang baik.
“Kami berharap kualitas makanan yang diproduksi oleh SPPG Polri di seluruh Indonesia memiliki kualitas terbaik, sehingga dapat meningkatkan asupan gizi dan kualitas hidup anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” kata Irjen. Danang. Menurutnya, program ini merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus bentuk sinergi seluruh kementerian dan lembaga dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo.
Strategi BNN Berubah Perang Narkoba: Bukan Sekadar Tangkap Bandar, tapi Selamatkan Generasi Muda
Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan transformasi besar dalam strategi pemberantasan narkoba di Indonesia.
Tak lagi semata mengandalkan penindakan hukum, BNN kini menempatkan penyelamatan generasi muda sebagai inti kebijakan nasional dalam menghadapi ancaman narkotika yang kian kompleks dan terorganisir.
Di bawah kepemimpinan Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto, pendekatan Perang Semesta Narkotika dan Pemulihan Generasi menjadi arah baru yang menegaskan bahwa perang melawan narkoba tak bisa hanya dilakukan oleh aparat semata, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, komunitas, hingga negara.
“Perang melawan narkoba tidak cukup hanya dengan menangkap bandar. Yang jauh lebih penting adalah menyelamatkan generasi muda agar tidak pernah masuk ke dalam lingkaran penyalahgunaan narkoba,” tegas Komjen Suyudi Ario Seto, Selasa (30/12/2025).
Salah satu fokus utama BNN adalah anak dan remaja sebagai kelompok paling rentan. Melalui program Ananda Bersinar, BNN mendorong pencegahan sejak usia dini dengan edukasi bahaya narkoba, penguatan karakter, keterampilan hidup, serta peningkatan peran orang tua dalam membangun ketahanan keluarga.
Selain memberantas bandar narkoba, BNN kini fokus selamatkan anak muda (Dok BNN)
“BNN mengedepankan pendekatan pemulihan generasi. Anak-anak dan remaja harus kita lindungi sejak dini melalui keluarga, pendidikan karakter, dan lingkungan yang sehat,” ujar Suyudi.
Meski mengedepankan pendekatan humanis, BNN menegaskan tidak ada kompromi terhadap sindikat narkotika. Dalam aspek penindakan, BNN tetap menunjukkan ketegasan dengan membongkar jaringan besar, mulai dari pengungkapan dua ton sabu di Batam, pembongkaran laboratorium narkoba (clandestine lab) di Tangerang, hingga operasi pemulihan kawasan rawan narkoba di berbagai daerah.
“Kami tegas terhadap sindikat narkotika. Setiap jaringan, laboratorium, dan peredaran narkoba akan kami kejar tanpa kompromi, karena narkoba adalah ancaman nyata bagi masa depan bangsa,” kata Kepala BNN.
Upaya penyelamatan generasi juga diperkuat melalui inovasi pelayanan publik. Program Rehabilitasi Keliling (Re-Link) yang telah berjalan di 10 provinsi prioritas melibatkan lebih dari 1.400 agen pemulihan, menjangkau masyarakat hingga ke pelosok.
“Penyalahguna narkoba adalah korban yang harus dipulihkan, bukan dijauhi. Negara hadir melalui layanan rehabilitasi yang mudah diakses dan bebas stigma,” ungkap Suyudi.
Selain itu, BNN mengembangkan Desa Bersinar sebagai basis pencegahan berbasis komunitas, memperkuat Call Center 184, serta menghadirkan Tim Pelayanan Terpadu guna merespons cepat laporan dan kebutuhan masyarakat.
Transformasi BNN juga mendapat pengakuan di tingkat internasional. Indonesia semakin aktif dalam forum global seperti ISSUP dan Commission on Narcotic Drugs (CND), memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang tidak hanya tegas, tetapi juga progresif dalam kebijakan narkotika.
Menutup pernyataannya, Kepala BNN menegaskan visi jangka panjang menuju Indonesia bebas narkoba.
“Indonesia Bersinar 2045 hanya bisa terwujud jika seluruh elemen bangsa bergerak bersama melindungi generasi penerus dari bahaya narkoba,” pungkas Komjen Suyudi Ario Seto.(gin)
Sambut Tahun Baru 2026, Kadiv Humas Polri Ajak Hadapi Tantangan dengan Semangat dan Optimisme
Memasuki awal Tahun Baru 2026, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan penuh harapan kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Dalam momentum pergantian tahun ini, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho mengajak semua pihak untuk menjadikan tahun baru sebagai titik awal memperkuat semangat, memperbarui tekad, dan menumbuhkan optimisme dalam menjalani kehidupan.
“Semoga di tahun baru ini kita semua senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, serta kekuatan untuk melangkah maju menghadapi setiap tantangan dengan penuh semangat,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa tahun baru bukan sekadar pergantian angka, tetapi juga kesempatan untuk terus memperbaiki diri, mempererat kebersamaan, dan meningkatkan kepedulian satu sama lain. Dengan semangat persatuan dan kerja sama, berbagai tantangan diyakini dapat dihadapi bersama.
Kadiv Humas Polri juga berharap Tahun 2026 membawa keberkahan, kedamaian, serta semangat pengabdian yang lebih kuat, khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan di tengah masyarakat.
Mengakhiri pesannya, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho mengajak seluruh elemen bangsa untuk melangkah di tahun yang baru dengan pikiran positif, hati yang tulus, dan tekad yang kuat, demi Indonesia yang semakin maju dan sejahtera.
Jakarta – Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo memimpin pelaksanaan groundbreaking 436 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Bapak Kapolri terhadap program Makan Bergizi Gratis yang menjadi bagian dari Program Astacita Presiden RI.
Groundbreaking dipusatkan di SPPG Polda Metro Jaya, Cengkareng, Jakarta Barat, dan dihadiri jajaran pejabat utama Mabes Polri, Kapolda Metro Jaya, serta perwakilan kementerian terkait, Senin (29/12/2025).
Komjen Pol Dedi mengatakan, pembangunan SPPG merupakan komitmen Kapolri untuk mengambil peran aktif dalam menyukseskan program makan bergizi gratis melalui penyediaan layanan pemenuhan gizi di berbagai daerah.
“Hari ini Polri melaksanakan groundbreaking 436 SPPG secara serentak di seluruh Indonesia. Ini merupakan bagian dari target pembangunan total 1.147 unit SPPG Polri,” katanya kepada wartawan.
Ia merinci, hingga saat ini sebanyak 331 unit SPPG telah beroperasi, 135 unit dalam tahap persiapan operasional, dan 245 unit dalam tahap pembangunan dengan progres yang beragam. Sementara 436 unit lainnya resmi memasuki tahap pembangunan melalui kegiatan groundbreaking hari ini.
Dari jumlah tersebut, terdapat 26 unit SPPG wilayah 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal) yang dibangun sebagai bentuk pemerataan layanan gizi. Pembangunan SPPG 3T ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 45 hari dan akan dilanjutkan pada tahap berikutnya.
Komjen Pol Dedi menambahkan, keberadaan SPPG Polri memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Dari 331 unit yang telah beroperasi, SPPG Polri mampu menyerap sekitar 57.100 tenaga kerja. Jika seluruh 1.147 unit SPPG Polri telah beroperasi, maka diperkirakan akan melayani sekitar 3,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Selain itu, seluruh SPPG Polri diwajibkan memenuhi standar ketat keamanan pangan, mulai dari sertifikasi higienis, halal, uji laboratorium air bersih, hingga pengelolaan limbah.
“SPPG di Polda Metro Jaya ini menjadi salah satu prototipe ideal. Kapasitas produksinya mencapai 3.800 porsi per hari, melayani sekolah-sekolah serta ibu dan anak di sekitar lokasi,” ujarnya.
Menurut Dedi, kehadiran SPPG Polri tidak hanya bertujuan menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM.
“Multiplier effect-nya besar. Selain menyerap tenaga kerja, rantai pasok bahan pangan juga ikut menggerakkan ekonomi lokal,” pungkasnya.
Polda Metro Kerahkan Unit Jibom dan K9, Pastikan Keamanan Natal
Dokumentasi Polda Metro Jaya
Jakarta. Polda Metro Jaya mengerahkan personel Tim Penjinak Bom (Jibom) dari Gegana, serta anjing pelacak K9 untuk melakukan sterilisasi gereja dan sejumlah objek vital. Kegiatan ini dilakukan guna memastikan pelaksanaan ibadah Natal 2025 berjalan aman dan khidmat.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, sterilisasi dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan di 1.160 gereja yang melaksanakan ibadah Natal, serta di simpul transportasi publik seperti stasiun kereta api dan terminal bus.
“Tim Jibom dan K9 melaksanakan sterilisasi di gereja-gereja dan beberapa fasilitas publik untuk menjamin keamanan masyarakat selama rangkaian Natal dan Tahun Baru,” ujar Kombes Pol. Budi, Rabu (24/12/25).
Ia menambahkan, kegiatan pengamanan tersebut berlangsung selama Operasi Lilin Jaya 2025. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri juga turun langsung melakukan pengecekan kesiapan tempat ibadah menjelang perayaan Natal.
“Pengecekan meliputi kesiapan gereja dalam menampung jemaat sesuai kapasitas, termasuk antisipasi kondisi cuaca yang tidak menentu. Panitia ibadah diimbau mempersiapkan pelaksanaan dengan baik,” jelasnya.
Selain pengamanan tempat ibadah, Polda Metro Jaya menyiagakan personel di berbagai titik strategis, seperti bandara, stasiun, terminal, dan kawasan wisata. Total 5.044 personel gabungan Polri, TNI, dan pemerintah daerah dikerahkan pada 106 pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di wilayah DKI Jakarta.
Polda Metro Jaya memastikan seluruh jajaran bersama stakeholder terkait terus bersiaga untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Dengan begitu, masyarakat dapat merayakan Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026 dengan rasa aman dan nyaman.
Siapa Sebenarnya Komjen Suyudi Ario Seto? Jenderal Bintang 3 Kepercayaan Prabowo yang sedang Viral
SUYUDI KEPALA BNN – Brigjen Pol Suyudi Ario Seto Kepala Badan Narkotika Nasional, intip profil dan kekayaan sang jenderal bintang 3 kepercayaan Prabowo.
Nama Komjen Pol Suyudi Ario Seto, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), tengah menjadi buah bibir di tengah masyarakat.
Perhatian publik tertuju pada keberhasilannya memimpin sebuah operasi besar yang mengguncang jaringan narkotika internasional.
Operasi tersebut berujung pada penangkapan buronan kelas kakap Dewi Astutik alias PA di Kamboja.
Dewi Astutik diduga kuat sebagai pengendali utama penyelundupan sabu seberat dua ton, dengan nilai fantastis yang diperkirakan mencapai Rp 5 triliun.
Pengungkapan kasus ini kembali menempatkan BNN di garis terdepan dalam perang melawan jaringan narkotika lintas negara.
Operasi Senyap Membongkar Jaringan Narkotika Global
Penangkapan Dewi Astutik bukanlah peristiwa yang terjadi secara instan.
Pengungkapan kasus besar ini berawal dari keberhasilan aparat menggagalkan penyelundupan 2,3 kilogram heroin.
Barang haram tersebut diamankan oleh Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPUBC TMP) C Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Dari temuan awal itu, aparat penegak hukum kemudian menelusuri jalur distribusi yang lebih luas dan kompleks.
Penelusuran tersebut akhirnya mengarah pada satu nama sentral: Dewi Astutik.
Ia diketahui memiliki keterkaitan erat dengan jaringan gembong narkoba Fredy Pratama, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sindikat narkotika internasional paling berbahaya.
“Dewi merupakan rekrutmen dari jaringan perdagangan narkotika Asia, Afrika dan juga menjadi DPO dari negara Korea Selatan,” ujar Komjen Pol Suyudi Ario Seto, dikutip dari Antara, Rabu (3/12/2025).
Bukan Sekadar Angka: Strategi Kapolri di Balik Rekor Transparansi Polri 2025
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) baru saja mengukuhkan posisinya sebagai institusi paling transparan di tanah air. Dalam hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik (KIP) 2025, Polri sukses menyabet Peringkat Pertama Nasional dengan skor hampir sempurna: 98,90.
Namun, di balik selebrasi tersebut, ada pesan mendalam yang disampaikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Baginya, skor tinggi ini bukanlah garis finish, melainkan bahan bakar untuk transformasi yang lebih besar.
Transparansi Sebagai “Napas” Institusi
Kapolri menegaskan bahwa keterbukaan informasi bukan sekadar urusan administratif untuk memenuhi indikator penilaian. Ini adalah tentang kepercayaan (trust).
“Ini adalah apresiasi sekaligus tantangan untuk terus menjaga kepercayaan publik melalui keterbukaan informasi. Transparansi bukan tujuan akhir, tapi komitmen yang harus dijaga setiap hari,” tegas Jenderal Listyo Sigit.
Mengapa Skor 98,90 Itu Penting?
Akses Cepat & Akurat: Kemudahan masyarakat dalam mendapatkan informasi melalui platform digital Polri yang semakin inklusif.
Akuntabilitas Publik: Setiap kebijakan dan tindakan kepolisian kini lebih terukur dan dapat dipantau langsung oleh masyarakat.
Budaya Melayani: Transformasi dari paradigma “dilayani” menjadi “informatif dan melayani”.